mengenal apa itu iot, belajar arduino

Belajar Arduino – Mengenal apa ioT dan Arduino

Apa itu ioT ?

ioT adalah kependekan dari internet of Things. Di wikipedia berbahasa Indonesia, Internet of Things diartikan sebagai Internet untuk segala. Yang dimaksud dalam pengertian ini bahwa ioT adalah sebuah alat atau object yang terdiri dari beberapa sensor yang dikendalikan oleh satu atau lebih controller yang kemudian mengirimkan datanya ke server internet. Dengan ioT semua bisa dipantau melalui internet atau smartphone.

Produk ioT yang saat ini dikenal oleh masyarakat banyak salah satunya adalah produk smart Home, dimana pemilik rumah mampu memonitor dan memantau segala aktifitas dan peralatan yang ada di rumah melalui internet ataupun smartphone. Pemilik rumah bisa menyalakan dan mematikan smart bulb melalui tombol yang ada di smartphone miliknya.

ioT sebenarnya jauh lebih kompleks dari hanya sekedar Smarthome. Banyak hal yang bisa dibuat lebih kompleks dengan ioT. System otomatisasi sebuah perusahaan manufaktur yang bisa dipantau secara remote juga merupkan bagian dari ioT. Di negara maju, ioT telah banyak diapplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia industri.

ioT dikontrol dan dikendalikan oleh sebuah system minimum microcontroller. Ada banyak board microcontroller yang biasa digunakan untuk membangun sebuah system ioT diantaranya Arduino, Espressive (ESP), Raspberry Pi, dan STM.

Mengenal ioT Board

1. Arduino

Arduino sebenarnya bukan hanya sekedar board, tapi juga IDE (Integrated Development Environment). Arduino IDE ini banyak digunakan oleh para praktisi ioT untuk membuat program yang nantinya diupload / flash ke board Arduino ataupun board lain seperti Espressive, STM atau board lainnya.

belajar arduino, board arduino pertama

Arduino Board pertama kali dikembangkan oleh Interaction Design Institute Ivrea (IDII) di Ivrea, Italy. Pada tahun 2003 Hernando Barragán menciptakan platform Wiring development sebagai proyek tesis Master di IDII, di bawah pengawasan Massimo Banzi dan Casey Reas. Pada tahun 2005, Massimo Banzi, dengan David Mellis, mahasiswa IDII lainnya, dan David Cuartielles, mengembangkan project Wiring dengan menambahkan dukungan untuk mikrokontroler ATmega8 yang lebih murah. Proyek baru ini merupakan pengembangan dari project Wiring development yang kemudian disebut sebagai Arduino

2. Espressive Board

mengenal nodemcu

Selain Arduino, kita juga mengenal ESP8266, ESP-01, ESP-07, ESP-12 dan ESP32. Pengguna Arduino biasa menggunakan ESP untuk koneksi board arduino ke Wifi. namun sebenarnya ESP juga bisa berdiri sendiri tanpa menggunakan Arduino.

ESP merupakan board yang sangat ekonomis dengan fitur yang lengkap. Coba bandingkan harga ESP-01 atau pun ESP-12 yang hanya dikisaran Rp 19 ribuan saja. Bisa dibandingkan dengan Arduino Uno R3 yang dihargai sekitar 90Ribu.

Berbeda dengan Arduino yang menggunakan level logika 5Volt, keluarga board dari Espressive ini menggunakan level logika 3.3Volt. Jadi jika kita ingin menggabungkan Board arduino ke board Espressive, maka dibutuhkan logic level converter